Kota Bima, 20 Mei 2026 – Kabar prestasi kembali datang dari MAN 2 Kota Bima, Dua peserta didik berhasil mengharumkan nama madrasah dan Kantor Kementerian Agama Kota Bima di kancah nasional.
Rizki Mandala Putra dan Nabila Alika Salsabila, keduanya dari kelas XI IPA 6, dinyatakan Lolos Seleksi Tahap I Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Di bawah bimbingan Haya Fauziah, S.Pd., Gr., keduanya mengajukan inovasi produk yang tak biasa: TellyFresh, deodoran alami berbasis ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai agen antibakteri terhadap bakteri penyebab bau badan.
Ide TellyFresh lahir dari keprihatinan sederhana. Rizki dan Nabila melihat banyak deodoran komersial mengandung bahan kimia yang berpotensi menimbulkan iritasi kulit, terutama bagi remaja.
Bersama guru pembimbing, mereka meneliti potensi bunga telang. Tanaman dengan kelopak biru keunguan itu ternyata kaya antosianin dan memiliki sifat antibakteri alami.
"Setelah studi literatur, ekstrak bunga telang ternyata mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis, salah satu bakteri utama penyebab bau badan. Dari situ kami kembangkan jadi deodoran roll-on yang aman, halal, dan ramah lingkungan,” jelas Rizki.
Nama *TellyFresh* diambil dari kata “Telang” dan “Fresh”, menggambarkan kesegaran alami dari bunga telang. Inovasi ini tidak hanya ilmiah, tapi juga menjawab kebutuhan pasar akan produk personal care_yang natural dan eco-friendly.
*Kepala MAN 2 Kota Bima: “Ini Bukti Madrasah Bisa Bersaing di Riset dan Kewirausahaan”*
Kepala MAN 2 Kota Bima, Hj. Muslihah, S.Pd, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, lolosnya Tim TellyFresh ke tahap I FIKSI Nasional adalah bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul di bidang agama, tapi juga sains dan kewirausahaan.
“Anak-anak kita membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan inovator muda. Ini hasil kerja keras siswa, bimbingan Bu Haya Fauziah yang luar biasa, dan dukungan seluruh Bapak/Ibu guru MAN 2 Kota Bima. Terima kasih juga kepada Kemenag Kota Bima yang selalu memberi ruang bagi madrasah untuk berprestasi,” ungkapnya.
Hj. Muslihah menegaskan, budaya riset dan inovasi kini menjadi napas baru di MAN 2 Kota Bima.
*Guru Pembimbing Haya Fauziah: “Anak Madrasah Punya Mental Peneliti”*
Haya Fauziah, S.Pd., Gr., sang guru pembimbing, menceritakan proses di balik TellyFresh. Mulai dari identifikasi masalah, studi literatur, penyusunan proposal, menyusun analisis SWOT dan bisnis model canvas, semua dikerjakan sepulang sekolah di madrasah.
“Rizki dan Nabila ini tekun luar biasa. Mereka punya rasa ingin tahu dan mental peneliti. Saya hanya mengarahkan, mereka yang eksekusi. Madrasah harus bangga punya siswa seperti ini,” tuturnya.
*Langkah Selanjutnya: Siap Hadapi Tahap II*
Lolos Tahap I berarti Tim MAN 2 Kota Bima berhak melaju ke Tahap II FIKSI Nasional 2026, yaitu presentasi, membuat prototipe produk, dan proposal kewirausahaan lengkap untuk dinilai oleh dewan juri Puspresnas. Jika lolos, mereka akan bersaing di babak final tingkat nasional.
“Kami mohon doa dari seluruh warga Kota Bima, keluarga besar Kemenag, dan masyarakat NTB. InsyaAllah kami siap tampil maksimal,” kata Rizki penuh semangat.
*Inspirasi untuk Madrasah: Berani Berinovasi dari Kearifan Lokal*
Kisah TellyFresh menjadi inspirasi bahwa inovasi tidak harus berangkat dari teknologi mahal. Bunga telang yang tumbuh di pekarangan, di tangan siswa dan guru yang kreatif, bisa menjadi produk bernilai nasional.
Prestasi ini juga mengirim pesan tegas: madrasah adalah kawah candradimuka inovator muda Indonesia. Dengan bimbingan guru yang ikhlas, dukungan kepala madrasah yang visioner, dan pembinaan Kemenag yang kuat, siswa madrasah mampu bicara di level nasional.
Selamat dan Sukses untuk Tim TellyFresh MAN 2 Kota Bima!
Madrasah Tradisi Prestasi!
#humasM2